Mummad Rizky Aulia ikut Short Visit Program (SVP) di Tokyo University of Agriculture and Technology

12717918_10207358759904879_1361918545964755184_n

Muhammad Rizky Aulia mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor (IPB) mengkuti kegiatan Short Visit Program (SVP) di Tokyo University of Agriculture and Technology. Program ini serupa dengan program pertukaran pelajar (exchange program) atau short study. Biasanya setiap tahun program ini selalu diadakan dan ditawarkan ke mahasiswa melalui dosen-dosen yang sudah memiliki hubungan/relasi dengan dosen (sensei) di universitas yang bersangkutan.

“Program yang saya ikuti bertempat di Laboratorium International Environmental and Agricultural Sciences (IEAS), Faculty of International Environmental and Agricultural Sciences (IEAS), Tokyo University of Agriculture and Technology, 3-5-8 Saiwai-cho, Fuchu, Tokyo 183-8509 JAPAN”, tutur rizky saat diwawancara oleh tim redaksi.

Awalnya rizky mengetahui program ini dari teman se-bimbingan. Rizky dibimbing oleh Dr. Liyantono, S.TP, M.Agr (Dosen Bagian Teknik Bioinformatika, Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB). Selanjutnya rizky melengkapi persyaratan untuk mengikuti program tersebut diantaranya : Curiculum Vitae (CV), transkrip nilai kuliah, dan penghargaan yang pernah diraih). Setelah menyiapkan semua persyaratan, selanjutnya dikirim ke Sensei yang ada di Jepang melaui pembimbing. Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya rizky mendapatkan jawaban dari sensei bahwa dia yang terpilih untuk mengikuti program tersebut. Selanjutnya, rizky mengisi beberapa form untuk mengikuti program tersebut dan melengkapi beberapa persyaratan diantaranya adalah medical check up, visa dan form untuk menetap di asrama.

Saat ditanya mengenai pengalaman pertama kali tinggal di Jepang Rizky menuturkan bahwa sangat senang bisa dikirim mewakili Indonesia dan IPB untuk mengikuti program ini. Berikut adalah kisah rizky saat pertama kali sampai di Jepang :

Awal pertama ketika sampai di Jepang saya mendarat di Haneda Airport. Rizky mendarat malam hari sekitar pukul 22.30 waktu Jepang. Setelah keluar dari pesawat Rizky bergegas menuju pintu imigrasi, sesampainya disana dilakukan pengecekkan beberapa dokumen terutama passport dan visa. Petugas menanyakan dalam bahasa Jepang dan saya tidak paham, akhirnya saya menjawab  menggunakan bahasa tubuh dan akhirnya permitt untuk memasuki negera Jepang diberikan. Karena waktu sudah malam dan teman yang akan menjemput saya baru datang esok pagi akhirnya saya memutuskan untuk menginap di bandara. Ternyata banyak juga orang-orang yang menginap di bandara. Keeseokan harinya sekitar pukul 8 pagi teman saya datang dan kami bergegas ke asrama.

Setelah sampai di Koganei dormitory, Rizky check in dan penjaga asramanya seorang bapak-bapak sudah tua dan takjubnya beliau bisa bahasa Indonesia. Alhamdulillah tidak terlalu sulit untuk berkomunikasi dengan beliau. Setelah itu ditunjukkan kamar saya dan diajarkan beberapa cara untuk memakai fasilitas yang ada di kamar tersebut. Fasilits yang ada di kamar tersebut ada tempat tidur beserta futon dan selimut, kitchen set, kamar mandi, meja belajar, lemari pakaian, dan lemari pajangan, lemari sepatu, dan tempat sampah. Fasilitas yang lebih dari cukup kalau di Indonesia hehe J .

Program yang diikuti bertempat di Laboratorium International Environmental and Agricultural Sciences (IEAS) di bawah bimbingan Kato Sensei. Kondisi lab disini tidak jauh berbeda dengan kondisi lab di Teknik Bioinformatika (TBI), Departemen Teknik Mesind dan Biosistem tempat rizky selama ini melakukan penelitian. Namun, ada beberapa perbedaan di antaranya adalah mahasiswa disini diberikan fasilitas satu orang satu meja dan satu komputer. Ada fasilitas Wifi dan printer yang terkoneksi dengan jaringan Wifi. Lab juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti kulkas, microwave, dan untuk minum disini langsung dari keran air.

Kondisi Kampus seperti biasanya kampus pada umumnya kegiatan perkuliahan diadakan di kelas-kelas yang sudah ditentukan sesuai dengan jadwalnya. Kegiatan mahasiswa juga diadakan di student room/lab yang dibimbing oleh seorang dosen (sensei). Biasanya, kampus disini terdapat libur-libur akibat dari musim yaitu liburan musim dingin, musim semi, musim panas, dan musim gugur. Pada saat program saya berlangsung bertepatan dengan liburan kuliah jadi kegiatan saya terpusat di lab saja.

Untuk tempat belanja atau supermarket, bagi kalangan mahasiswa yang paling terkenal murah adalah OK supermarket. Barang-barang disana harganya lebih murah ketimbang di tempat lain seperti di Inagea atau Peacock. Letak OK supermarket di tempat saya agak sedikit jauh dibanding Inagea dan Peacock, namun karena menimbang hal mengenai harga maka jauhnya tempat bukan jadi masalah utama. Biasanya di OK supermarket banyak promo dan diskon apabila menjelang malam hari. Untuk tempat belanja pakaian biasanya suka ada diskon tiap akhir musim di Old Navy atau Uniqlo dengan diskon hingga 50%-70%.

Untuk tempat makan, karena Rizky seorang muslim harus lebih aware dengan halal atau tidak halalnya tempat makan tersebut. Karena mesti kita maklumi disini mayoritas bukan muslim jadi makanan yg mengandung babi, minyak babi, anjing, dan tidak disembelih dengan menyebut nama Allah sudah jelas itu haram. Kalo pengalaman saya selama disini, ada beberapa tempat makan halal yang bisa dikunjungi seperti Udon halal yang ada di stasiun Higashi Koganei, ramen halal di Shinjuku, sushi serba seratus yen (usahakan pilih menu seafood saja), dan Seizeriya (usahakan juga pilih menu yg seafood saja) . Di kampus juga ada kafetaria yang menyediakan beberapa menu yang bisa kita santap seperti ikan makarel, sapo tahu, sayuran2, tofu, dan beberapa menu lain yang saya kurang hafal nama menunya.

Saat ditanya saran untuk adik kelas yang akan mengikuti program serupa mencari dari berbagai sumber baik pengumuman resmi di kampus, melalui dosen pembimbing atau mencari sendiri sumbernya dari Internet. “Kegiatan ini bermanfaat untuk mencari pengalaman bagaimana merasakan menuntut ilmu di negara lain dan juga membuka perspektif kita terhadap bidang ilmu yang kita tekuni. Selain itu, secara tidak langsung kita juga mempelajari kebiasaan, cara hidup, dan budaya negera yang kita kunjungi. Kemudian kita bisa ambil mana yang positf dan bisa kita implementasikan di kehidupan/budaya kita di Indonesia. Menurut saya bukan hal yang salah apabila kita mencontoh sesuatu hal yang baik dari budaya/cara hidup bangsa lain selama tidak merubah/merusak budaya kita sendiri” tutur rizky saat diwawancarai.

Lalu Bagaimana tips tinggal di Jepang.

Tips yang pertama, jangan suka mengkonversi harga2 disini ke rupiah. Bakalan sakit hati dan bilang “Wah mahal bangett!!!”. Helooo yaiya ini di luar negeri apalagi negara ini negara maju segala kebutuhan pasti harganya beberapa kali lipat dari harga di Indonesia. Jika suka keseringan mengkonversi seperti itu nanti kita jadi enggan untuk beli ini itu. Jadi untuk harga makanan dan pakaian kalo masih dibawah ¥1,000 itu terbilang masih murah. Makanya saran saya untuk makan sebaiknya masak saja, itu jauh lebih mengehamat biaya. Ya kalo sekali-kali makan di luar it’s ok. Misal seminggu 2-3 kali makan di luar itu masih wajar. Belanja bahan makanan dan snack/buah-buahan dengan uang ± ¥2,000 itu cukup untuk seminggu dan beras 5kg dengan harga sekitar ¥1,500 cukup untuk satu bulan (tapi itu juga tergantung dari seberapa banyak Anda mengkonsumsi beras sehari).

Tips yang kedua, untuk transportasi umum disini yang paling banyak digunakan adalah kereta. Banyak sekali jalur2 kereta di kota Tokyo yang menghubungkan semua daerah/kawasan tempat di seluruh tokyo. Penyedia jasa kereta disini yang saya ketahui ada 2 yaitu Japan Railway (JR) dan Keio. Transportasi umum yang lainnya adalah Bus. Biasanya Bus disini menghubungkn dari stasiun ke stasiun lain dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Salah satu penyedia jasa Bus adalah Keio Bus. Namun, apabila dibandingkan antara biaya naik kereta dan bus lebih murah naik kereta. Trasportasi yang lebih utama jika jaraknya tidak terlalu adalah sepeda. Apabila kita punya sendiri itu jauh lebih efisien untuk pergi dari satu tempat ke tempat yang lain yang jarakny tidak terlalu jauh (red-SPR).

Leave a reply

Your email address will not be published.